(0362) 22547
disnaker@bulelengkab.go.id
Dinas Tenaga Kerja

Disnaker Buleleng Buka Peluang Kerja Melalui Pelatihan, Kadisnaker Interaktif di Radio Nuansa Giri FM

Admin disnaker | 20 Januari 2026 | 53 kali

Singaraja, Selasa (20 Januari 2026) — Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa, S.E., M.Si., didampingi Plt. Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Gede Suka Budiaman, S.P., MAP, melaksanakan dialog interaktif di Radio Nuansa Giri FM, Studio 2, Jalan Veteran, Singaraja. Kegiatan tersebut dipandu oleh penyiar Danu Tirta dengan topik “Membuka Peluang Kerja Melalui Pelatihan”.

Dalam dialog interaktif tersebut, Kadisnaker Buleleng menjelaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya terletak pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga pada kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, pelatihan kerja menjadi sarana penting untuk membekali masyarakat dengan keterampilan (skill) dan kompetensi, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri (wirausaha).

Lebih lanjut disampaikan bahwa selain pendidikan formal, pelatihan kerja merupakan pendidikan nonformal yang berfokus pada peningkatan kompetensi melalui praktik kerja secara langsung. Jenis pelatihan yang diselenggarakan Disnaker disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja agar lulusan pelatihan memiliki daya saing.

Untuk tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng melalui UPTD BLK membuka 7 paket pelatihan, yang terdiri dari: 2 paket pelatihan Bahasa Jepang, dan 5 paket pelatihan pemenuhan pasar kerja dalam negeri, meliputi, Pelatihan Komputer, Pelatihan Listrik,Pelatihan Menjahit, Pelatihan Perawatan/Servis AC, Pelatihan SPA Therapist.                  

Sementara itu, Plt. Kabid Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja menjelaskan bahwa minat masyarakat terhadap pelatihan Bahasa Jepang sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar yang cukup banyak. Dalam proses seleksi, Disnaker akan mengutamakan masyarakat kurang mampu. Dari total 7 paket pelatihan tersebut, target peserta yang akan direkrut sebanyak 112 orang.

Pada sesi interaktif kedua, berbagai pertanyaan disampaikan masyarakat melalui sambungan telepon. Salah satunya dari Budiane asal Desa Menyali yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas program pelatihan yang sangat membantu masyarakat, sekaligus menanyakan kemungkinan pelaksanaan pelatihan di tingkat desa. Penelpon lainnya, Astawa dari Desa Bungkulan, menyampaikan kendala terkait biaya keberangkatan bekerja ke luar negeri, serta pertanyaan lain seputar akses pelatihan.

Menanggapi hal tersebut, Kadisnaker Buleleng menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang handal, terampil, dan berkompeten. Untuk tahun 2026, pelaksanaan pelatihan dipusatkan di BLK agar pemanfaatan sarana dan prasarana pelatihan dapat lebih maksimal, sehingga kualitas pelatihan tetap terjaga. Meski demikian, Disnaker akan terus berkoordinasi dan mengupayakan penambahan program pelatihan ke depannya.

Kadisnaker juga menegaskan bahwa seluruh program pelatihan Disnaker bersifat gratis dan tidak dipungut biaya. Terkait biaya keberangkatan kerja ke luar negeri, dijelaskan bahwa hal tersebut bersifat relatif dan tergantung pada agensi serta negara tujuan. Disnaker berperan sebagai lembaga pelatihan, bukan pihak yang memberangkatkan tenaga kerja.

Menjawab pertanyaan terkait akses bagi penyandang disabilitas, termasuk tuna netra, Disnaker menegaskan bahwa pelatihan terbuka untuk semua kalangan tanpa diskriminasi, dengan tetap mengacu pada standar dan kurikulum pelatihan yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan dialog interaktif ini, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pelatihan kerja sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas peluang kerja.